Lockdown, 9 Masjid di Inggris Serempak Kumandangkan Adzan

Umat Islam di Inggris tengah berbahagia karena adzan akhirnya berkumandang menggunakan pengeras suara di tengah lockdown pandemi COVID-19. Waltham Forest Council yang mengeluarkan izinnya.
Adzan berkumandang dari sembilan masjid di Inggris yang tutup dan dalam peraturan tak boleh ada Muslim yang datang ke rumah ibadah tersebut. Meski begitu, ini tetap menjadi kabahagiaan tersendiri bagi Muslim Inggris di tengah pandemi COVID-19.
Menurut laporan Metro, adzan dikumandangkan dua kali dalam sehari, yaitu saat Subuh dan waktu berbuka puasa (Maghrib). Ya, peraturan ini sesuai dengan momen Ramadhan. Tidak hanya itu, adzan Sholat Jumat pun berkumandang di Inggris.
Arfan Abrahim, salah seorang penggagas perizinan adzan di Inggris, mengatakan, adzan biasa dikumandangkan di Whitechapel di masjid London Timur dan telah berlangsung bertahun-tahun tanpa pengeras suara. Tetapi di Waltham Forest belum pernah.
"Saya bisa katakan ini adalah sejarah besar bagi kami Muslim yang menetap di Waltham Forest," katanya penuh bangga.
Lebih lanjut, Abrahim menerangkan Ramadhan ini menjadi pengalaman yang berbeda bagi Muslim di sana. Sebab, mereka tak bisa pergi ke masjid untuk sholat dan melakukan ibadah-ibadah lainnya.
"Kondisi ini sebetulnya membuat saya sedih dan berharap tak mengalaminya. Tapi, kita mesti beradaptasi dan poin utamanya adalah meski ibadah di rumah saja, kita jadi bisa menghabiskan lebih banyak waktu di rumah bersama keluarga dan berdoa bersama. Waktu dengan anak-anak pun jadi lebih banyak," katanya.
Adzan yang berkumandang menjadi berkah lain di balik pandemi COVID-19 di Inggris bagi Abrahim. Sebab, Muslim tetap bisa mendengar azan langsung dari masjid dan ini sejatinya mengharukan bagi umat Islam.
"Diperbolehkannya lagi adzan berkumandang dari masjid sangat berarti bagi kami. Khususnya di bulan Ramadhan seperti sekarang, adzan menjadi sesuatu yang dirindukan dan menjadi penanda waktunya berbuka," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Islam Waltham Forest Irfan Akhar mengungkapkan, adzan dikumandangkan kembali diharapkan bisa menjadi penghibur hati yang bersedih.
"Pandemi ini benar-benar membuat kita tak bisa pergi ke masjid. Pemerintah pun mengimbau untuk semua orang tetap di rumah saja agar terhindar dari paparan virus corona. Dengan adanya adzan, setidaknya Muslim Inggris akan mendengar panggilan sholat dan menemukan sedikit hiburan," terang Akhar. 
Di sisi lain, Dewan Masjid Waltham Forest pun mengeluarkan pernyataan bahwa dengan adanya adzan ini diharapkan semua orang dapat menikmati lantunan merdu panggilan sholat. Adzan sendiri dikumandangkan kurang lebih 5 menit dan diharapkan tidak ada masyarakat yang terganggu.
Pemimpin Dewan Waltham Forest, Clare Coghill menyampaikan, adzan diizinkan berkumandang sebagai bentuk alternatif bagi Muslim Inggris yang tak bisa datang ke masjid di saat bulan Ramadhan seperti sekarang.
"Dewan mempertimbangkan permintaan itu (mengumandangkan adzan) dan mengizinkannya supaya Muslim Inggris tetap bisa beribadah dengan baik di kala Ramadhan. Kami pun meminta untuk warga Muslim tetap menaati peraturan yaitu beribadah di rumah saja. Ramadhan Mubarak untuk semua Muslim di Inggris," kata Coghill.
(ful)